Mukisi.com-Bagi penderita mata minus yang enggan menggunakan kacamata, LASIK bagaikan ‘oase menyegarkan’. Selain menghilangkan gangguan penglihatan, LASIK juga dianggap ampuh karena hasilnya yang permanen. Bagaimanakah pandangan Islam terkait hal ini?

Dilansir dari klinikmatanusantara, Laser Assisted in situ Keratomileusis (LASIK) mata  merupakan bedah yang bertujuan mengubah bentuk kornea mata. Untuk melakukannya, dibutuhkan laser yang telah diprogram untuk menghilangkan beberapa jaringan yang ada di kornea. Ahli bedah meratakan lengkungan kornea atau membuatnya lebih curam dengan menggunakan laser tersebut.

Proses awalnya, pasien akan diberi obat agar rileks dan diberikan obat tetes agar mata mati rasa. Untuk mencegah mata berkedip dan membuat mata tetap terbuka, dipasang semacam penyanggah kelopak mata. Untuk mencegah mata bergerak, dipasang juga alat khususnya.

Kemudian masuk pada tahapan inti. Proses laser dilakukan untuk membuat flap, yaitu selaput tipis yang dibuat untuk membuka lapisan luar kornea. Langkah selanjutnya, melakukan proses Laser kembali untuk membentuk kecembungan kornea, sesuai dengan kebutuhan (besarnya minus atau slinder). Hal ini bervariasi antara satu pasien ke pasien lain, mengingat masalah penglihatannya pun berbeda

Setelah selesai, flap tadi akan melekat dengan sendirinya tanpa harus dijahit. Melekatnya pun dalam hitungan beberapa menit saja.

Mengikuti Ketentuan LASIK

dr. Marianti dalam laman alodokter mengatakan, operasi LASIK tidak boleh dilakukan pada pasien dengan beberapa kondisi tertentu. Kondisi yang dimaksud antara lain, memiliki penglihatan yang baik, memiliki pupil yang besar atau kornea yang tipis, memiliki pekerjaan yang dapat terpengaruh pasca dilakukan operasi LASIK, memiliki mata presbiopi, serta mengikuti olahraga yang berisiko terjadi trauma fisik pada wajah.

Kemudian, Dr. Setiyo Budi Riyanto, SpM, menambahkan dalam healthdetik, seseorang yang diperbolehkan menjalani LASIK adalah yang berusia di atas 18 tahun. Alasannya, orang yang berada di bawah usia 18 tahun belum diperbolehkan karena masih mengalami pertumbuhan dan perkembangan, yang dapat mengubah anatomi mata dan bisa saja menambah refraksi pada mata.

Kelebihan LASIK

Meski memiliki banyak persyaratan, memang LASIK memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi. “Sekitar 96 persen pasien yang menjalani operasi LASIK mengalami perbaikan kualitas penglihatan,” papar Dokter Marianti dalam alodokter.com.

Kemudian, LASIK juga minim rasa sakit, karena penggunaan obat anestesi tetes. Selain itu, perbaikan penglihatan pasien umumnya langsung terasa pasca operasi, serta tidak perlu jahitan dan penggunaan perban pasca operasi LASIK.

Islam Bolehkan LASIK

LASIK merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk memperbaiki pandangan mata. Selain itu, operasi LASIK kerap dilakukan dengan beberapa alasan mendesak, semakin parahnya penglihatan misalnya.

Islam menganjurkan umatnya untuk berobat sebagai bentuk ikhtiar atas suatu penyakit. Berobat disyariatkan sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada orang Arab badui yang bertanya, “Wahai Rasulullah apakah kita berobat?” Beliau menjawab, “Berobatlah kalian karena sesungguhnya Allah tidaklah menciptakan pernyakit melainkan ia pasti menurunkan obatya kecuali penyakit tua.” (HR. Ahmad dan Abu dawud dishahihkan oleh Al-Albani dan Al-Arna’uth).

Kemudian dr. Raehanul Bahrean menuliskan dalam laman muslimafiyah.com, bahwa berdasarkan hal ini maka tidak ada larangan operasi ini karena mengobati jeleknya ciptaaan bukan termasuk mengubah ciptaan Allah yang diharamkan (adapun bukan tujuan pengobatan, misalnya operasi kecantikan maka haram). Karena ulama mengecualikannya dengan alasan darurat.(Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here