Mukisi.com-Sebagai penggerak rumah sakit syariah, Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) berkomitmen agar RS Syariah menggunakan produk yang tersertifikasi halal dalam proses penyembuhan pasien. Ada syarat yang harus dipenuhi perusahaan yang ingin bekerjasama.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kerjasama dengan beberapa mitra dan perusahaan yang produknya telah mendapat sertifikat halal dari LPPOM-MUI (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia).

Beberapa perusahaan yang telah menjalin kerjasama dengan Mukisi antara lain, PT. Kymmoshi Global Indonesia yang baru saja (13/9) menjalin akad kerjasama, PT Prodebee yang bergerak di bidang IT (Information and Technology), PT. Paramount yang memproduksi tempat tidur bagi pasien, PT. Kattan yang memproduksi baju-baju pasein yang sesuai dengan standar rumah sakit syariah, dan lain-lain.

Kerjasama Dilakukan dengan Akad Ju’alah
Dikatakan oleh Miftachul Izah, SE, M.Kes, Wakil Sekretaris Mukisi, bahwa Mukisi membuka peluang kerjasama melalui akad ju’alah sebagai akad yang dibenarkan dalam Islam. Akad ju’alah adalah janji atau komitmen untuk memberikan imbalan tertentu atas pencapaian hasil (natijah) yang ditentukan dari suatu pekerjaan.

Akad jenis ini hanya dilakukan dengan orang yang menyatakan sanggup mewujudkan apa yang menjadi objek pekerjaan tersebut, jika pekerjaan itu telah mewujudkan hasil dengan sempurna. Oleh karenanya, Mukisi perlu memastikan terlebih dahulu keberhasilan produk tersebut terkait kehalalan produk beserta kemanjurannya. Karena pada dasarnya, dalam akad ju’alah yang dipentingkan adalah keberhasilan pekerjaan.

Mukisi Beri Persyaratan Khusus
Selain syarat akad yang syariah, Mukisi juga mensyaratkan untuk perusahaan dan mitra yang ingin bekerjasama harus memiliki sertifikat halal dalam produknya. Terkecuali produk-produk yang tidak membutuhkan sertifikasi halal seperti kursi dan tempat tidur, maka tidak perlu menunjukkan sertifikat halal kepada Mukisi.

“Ada barang-barang yang sebetulnya tidak perlu dilakukan sertifikasi halal karena secara otomatis akan termasuk halal, contohnya tempat tidur produksi dari Paramount yang menggunakan bahan dari besi, yang mana besi dalam sistem jaminan halal termasuk kategori yang halal, sehingga bisa langsung bekerjasama,” paparnya.

Kemudian untuk produk yang harus memiliki sertifikat halal untuk bekerja sama, dapat melampirkan sertifikat halal yang dikeluarkan oleh LPPOM-MUI. Setelah diverifikasi oleh pihak Mukisi, maka akan dilakukan tanda-tangan akad ju’alah. Kemudian Mukisi akan membantu pengenalan produk halal tersebut kepada rumah sakit syariah yang ada di Indonesia melalui website dan kegiatan-kegiatan Mukisi.

Mukisi Beri Edukasi Produk Halal kepada RS Syariah
Demi mendukung upaya kesehatan Islam secara kaffah, Mukisi juga melakukan upaya edukatif-informatif mengenai produk halal. Pemberian informasi ini dilakukan melalui berbagai media Mukisi, salah satunya website Mukisi.
Mukisi memberi informasi yang edukatif mengenai produk-produk halal, khususnya produk mitra yang telah menjalin kerjasama dengan Mukisi melalui akad ju’alah. Hal ini dilakukan dalam rangka memudahkan rumah sakit syariah, atau rumah sakit yang ingin tersertfikasi syariah agar tidak kesulitan mencari produk, bahan, dan chemical yang halal.
“Hal ini menjadi benefit yang akan didapat perusahaan yang telah bekerjasama dengan Mukisi, yaitu dibantunya pengenalan produk di rumah sakit jaringannya Mukisi,” ungkapnya.

Produk-produk halal perusahaan lain yang belum melakukan akad ju’alah dengan Mukisi juga akan dibantu tentang pengenalan produknya melalui kerjasama sponshorsip. “Biasanya kami sediakan stan-stan yang ada di acara Mukisi seperti IHEX, dan beragam acara lainnya,” Ujar Mifta.

Bentuk kerjasama yang seperti ini, ia melanjutkan, lebih bersifat sponsorship dan pemberian ruang informasi untuk pengenalan produk. Dalam kesempatan ini, para peserta IHEX yang umumnya terdiri dari stakeholders rumah sakit syariah dapat melihat dan mempelajari produk yang dikenalkan.

Mukisi Imbau RS Syariah Perhatikan Masa Berlaku Sertifikat Halal
Meski memberi edukasi tentang produk-produk tertentu yang telah tersertifikasi halal, Mukisi tidak menjamin kehalalan produk tersebut untuk selamanya. Karena, umumnya sertifikat halal sebuah produk berlaku selama dua tahun.
Ketika masa berlakunya habis dan masih dalam proses sertifikasi ulang, maka produk tersebut secara otomatis digolongkan “produk hold” sampai perusahaan tersebut bisa menunjukkan kembali sertifikat halalnya dari LPPOM MUI.

“Mukisi tidak menjamin kehalalan produk tersebut untuk selama-lamanya. Karena setiap produk halal memiliki masa berlaku sertifikasinya.” Umumnya, masa berlaku sertifikat halal adalah dua tahun. Jika sudah melalui waktu tersebut, perusahaan yang berasangkutkan harus melakukan sertifikasi kembali.

Jika kemudian apabila ditemukan produk tersebut belum beres soal sertifikasi ulang kehalalannya, maka pihak rumah sakit syariah harus meng-hold pembelian produk tersebut dan mengganti dengan produk halal merk lainnya,” paparnya. Dalam konteks tersebut, lanjutnya, rumah sakit syariah berhak tidak membeli. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here