Mukisi.com– Pembahasan tentang rumah sakit syariah kini kian marak. Tak lagi hanya di Indonesia, kini juga di negara-negara lain. Pada 8-9 Oktober mendatang giliran IHC (Islamic Hospital Consortium) menggelar acara yang diberi judul “Khidmat Ziarah” di Kuala Lumpur, Malaysia. Kegiatan ini membahas bagaimana kaidah-kaidah syar’i bisa diberlakukan di rumah sakit.

Dalam dunia keperawatan dan kesehatan di Malaysia, istilah “ziarah” adalah model professional yang berfokus pada kebutuhan setiap pasien, baik muslim dan non muslim, sesuai dengan kaidah syar’i. Layanan ini diutamakan untuk pasien, diperluas ke anggota keluarga, hingga staf perawat kesehatan. Layanan tersedia 24 jam dalam seminggu.

Dr. Ishak Mas’ud, Direktur Al-Islam Specialist Hospital mengatakan, “Dalam pelayanan spiritual, istilah “chaplain” maknanya sesuai dengan Islam (Muslim Chaplain), yaitu seseorang yang memberikan layanan spiritual yang tepat guna membantu penyembuhan pasien, khususnya dalam masalah dukungan, motivasi, dan sokongan spiritual yang seluruhnya berazaskan Islam,” paparnya.

Hal ini menjadi sangat penting dalam dunia kesehatan Islam. “Khidmat ziarah atau dukungan spiritual menjadi bagian yang penting dalam program rumah sakit yang berazaskan Islam, khususnya berupa bimbingan kerohanian Islam,” ungkapnya. Oleh karenanya, di dalam acara ini akan dibahas lebih detail tentang langkah-langkah yang harus dilakukan rumah sakit dalam memberi layanan spiritual kepada pasien dan keluarga pasien.

Menghadirkan Narasumber Kompeten

Demi menyuguhkan materi yang berkualitas, IHC akan menghadirkan pembicara-pembicara yang kompeten di bidangnya, antara lain, Mr. Kamal Abu Shamsieh (Muslim Chaplain di Stanford Hospital and Clinic), Sondos Kholaki (Chaplain di Hoag Presbyterian Hospital, Irvine, California), CH. Sharif Rosen (Muslim Chaplain and Assistant Director for Community Engagement, Centre for Learning in Action), serta dr. Ishak Mas’ud (Direktur Al-Islam Specialist Hospital).

dr. Ishak Mas’ud sendiri akan membawakan materi “Ibadah Friendly Hospital: Khidmat Ziarah Services)” dan “Introduction to Maqasid Syariah dan Qawaid Fiqhiyyah”. Tak tertinggal, acara ini juga menyertakan “Role Play” seusai semua materi diberikan.

Kemudian IHC berharap, dengan terselenggaranya acara ini dapat memberikan pelatihan tentang peranan para Muslim Chaplain yang tidak sekedar dianggap sebagai figure ‘Ustadz’. Tetapi lebih dari itu, yaitu figur yang sesuai untuk dijadikan elemen penting dalam memberikan layanan spiritual yang holistik, serta mampu menterjemahkan kepada pasien arti Islam sebagai ‘Rahmatan Lil Alamin’.

Dengan diselenggarkannya acara ini, para partisipan diharapkan dapat menambah bekal yang lebih mumpuni untuk diterapkan kepada pasien. “Mudah-mudahan partisipan akan lebih percaya diri dan lebih berilmu dalam memerankan dan memper tanggungjawabkan tugasnya yang murni karena Allah, insyaa Allah,” ungkapnya.

Partisipasi acara ini, ia melanjutkan, juga diharapkan datang dari organisasi yang tergabung dalam FIMA (Federation Islamic Medical Association)  dan IHC. “Kalau boleh, Mukisi juga kami harapkan merancang dan menyiapkan tenaga ahli untuk melatih para staff rumah sakit yang menjadi pelaksana khidmat ziarah,” tutupnya. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here